Timba dan Perbaikan Taraf Kehidupan Pengrajin

Timba yang didirikan pada tahun 2014, berawal dari keinginan untuk mengembangkan bisnis produk berbahan dasar kayu dan bambu. Awalnya, Timba bermaksud memodifikasi mainan tradisional hingga menjadi produk yang lebih elegan dan eksklusif. Timba bekerjasama dengan para pengrajin di Kasihan, Bantul, Yogyakarta yang telah memiliki jam terbang tinggi dalam menghasilkan beragam produk kayu untuk Kesultanan Yogyakarta.

Timba menyediakan pembekalan untuk pengrajin lokal, meliputi keahlian berorganisasi dan manajemen, pengetahuan desain produk, dan teknik produksi. Hal ini untuk memperkuat posisi pengrajin lokal dan melindungi mereka dari eksploitasi industri yang merugikan.

Sebagian besar produk Timba menggunakan limbah kayu, namun dengan inovasi dan ide kreatif, mampu menjadikan produk Timba bernilai tinggi dan bisa bersaing di pasar internasional. Berbagai penghargaan telah diterima oleh Timba, salah satunya adalah menjadi peserta dan mengikuti Global Entrepreneurship Summitdi Silicon Valley, Amerika Serikat, pada bulan Juni 2016.

Pada pertengahan 2015, Timba mengajukan pinjaman melalui GandengTangan, yang sedianya digunakan untuk membeli gergaji, peralatan pertukangan dan komputer untuk mendesain. Modal Rp. 10juta berhasil didapatkan dari 11 orang.

Hingga saat ini, Timba telah memiliki 2 orang pegawai tetap dengan gaji UMR, dan memberdayakan 20 orang pengrajin, yang mampu mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp. 1juta per bulan. Timba juga bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada lebih dari 200 pelajar SMK. Hal ini dilakukan baik di wilayah Yogyakarta, maupun di Banjarnegara yang menjadi cabang usaha Timba. Pelatihan keterampilan ini bermaksud menciptakan kolaborasi antara pengrajin dan masyarakat, terutama generasi muda. Lingkungan sekitar wilayah usaha perkayuan pun menjadi lebih bersih dan sehat, karena hampir sebagian besar limbah kayu dapat termanfaatkan dengan baik.

Timba sendiri, beberapa hari yang lalu, diundang oleh Global Entrepreneurship Community Event untuk berbagi tentang konsep Community Makerspace di Kuala Lumpur. Timba dianggap sebagai contoh yang mampu mengombinasikan manfaat ekonomi, sosial, pendidikan, dan juga lingkungan.

Keberhasilan Timba tidak lepas dari dukungan Anda. Dari total investasi Timba sebesar Rp. 60juta, menciptakan perbaikan kehidupan bagi para pengrajin yang setara denganRp. 590juta. Maka, setiap Rp. 50ribu yang Anda investasikan, memberikan dampak sosial sebesar Rp. 473ribu. Terinspirasi dari kisah Timba membantu pengrajin lokal di Yogyakarta dan Jawa Tengah? Dukung proposal lain disini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *