Susanti, Menggandeng Ibu dan Anak Untuk Berpikir Kreatif

IMG_1026

 

Pekejaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Kurang lebih itulah yang pernah dikatakan wali kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam social medianya. Mengerjakan sesuatu yang produktif lewat apa yang kita sukai memang menyenangkan. Apalagi kita bisa membantu orang lain untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak.

Inilah yang dirasakan Susanti—pendiri Sun Creativity Studio— yang memang memiliki minat dibidang seni lukis sejak SD. Ia terbilang beruntung karena sering dibawa guru seni di sekolahnya untuk mengikuti lomba menggambar di berbagai tempat.

Kecintaannya terhadap seni lukis tak pernah luntur hingga ia dewasa. Pendidikan desain grafis pun ia ambil. Setelah lulus D1-Desain Grafis ia mulai berkarir di bidang desain grafis selama belasan tahun.

Di tahun 2012 wanita asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara ini melamar sebagai guru di salah satu sanggar lukis. Tapi berhenti di tengah jalan karena sang pemilik harus pindah ke luar negeri 4 tahun setelahnya.
Sanggar tempat ia bekerja terpaksa tutup dan ruko yang disewa tidak lagi diperpanjang masanya.

Beruntung, Susanti memiliki hubungan yang baik dengan para wali murid. “Saya dibantu oleh orang tua murid untuk sewa ruko di Gading Serpong,” jelas Susanti saat dihubungi lewat telepon.

Di ruko barunya, Susanti memiliki 23 murid. Di antara mereka ada banyak yang sudah menjadi murid di sanggar lukis pertamanya. “Beberapa di antara mereka melanjutkan kelas melukis sampai sekarang,” imbuhnya.

 

Menggandeng Mantan OB dan Waiters

Dalam menjalani usaha sanggar lukis ini, Susanti tidak mungkin bekerja sendirian. Ia dibantu oleh beberapa tenaga pengajar yang profesional.

Tapi uniknya, dua tenaga pengajar yang ia gandeng justru memiliki profesi yang bertolak belakang. Salah satunya ada yang berprofesi sebagai Office Boy. Suatu hari ia bertemu dengan “Si OB” ini dan mengajaknya untuk bekerja sebagai pengajar di sanggarnya. “Saya melihat dia suka gambar saat jeda kerja. Daripada tidak tersalurkan, lebih baik menjadi pengajar di sanggar,” kata Susanti.

Sementara pengajar yang kedua, yang berprofesi sebagai waiters, memang memiliki portfolio yang bagus di bidang seni lukis.

Keduanya tak hanya mendapat pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya, tapi juga mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari pekerjaan sebelumnya.

 

Dari Anak TK Sampai Ibu Rumah Tangga

“Melukis bisa jadi kegiatan penyaluran emosi yang baik,” kata Susanti.

Ini memang benar. Dengan melukis kita bisa tahu kondisi dan karakter seseorang. Misalnya, jika warna yang dipilih dominan cerah, bisa dikatakan orang tersebut memiliki karakter yang ramah atau sedang berbahagia.

Uniknya, Sun Creativity Studio tidak hanya mengajak anak-anak untuk belajar melukis di sana. Ada banyak ibu rumah tangga yang mengisi waktu luangnya untuk belajar melukis di sana. “Kebanyakan dari mereka belajar melukis saat jeda setelah mengantar anak ke sekolah,” kata Susanti.

Anies Baswedan dalam suatu kesempatan pernah berujar kalau seorang ibu adalah pendidik anak yang paling awal. Ini artinya peran ibu rumah tangga sangat penting terhadap tumbuh kembang anak. Jika terbiasa menyalurkan emosinya untuk sesuatu yang positif, maka ini juga akan berdampak pada perlakuan ibu kepada anaknya.

“Ke depannya, saya ingin mengembangkan usaha ini dengan membuka cabang di beberapa wilayah untuk itu saya akan melatih para ibu atau tenaga yang memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan anak-anak,”  ujar Susanti.

Susanti membutuhkan pinjaman untuk membiayai aset produktif, yaitu berupa penyewaan ruko selama 1 tahun, pembelian satu set komputer dan printer untuk operasional kegiatan seharga Rp 55.000.000. Dengan terdanainya usaha ini maka akan mudah baginya menyewa ruko di kawasan komersil dan peningkatan jumlah murid akan menjadi lebih baik. Ayo beri pinjaman di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *