Pahami 7 Hal Ini sebelum Berinvestasi di Fintech P2P

P2P lending kini jadi alternatif investasi yang digemari. Pahami hal berikut sebelum berinvestasi di fintech yang satu ini.

Peer to peer (P2P) lending merupakan jenis instrumen investasi baru yang sedang populer di Indonesia. Kehadiran fintechinvestasi ini bisa menjadi alternatif tepat untuk mereka yang masih ragu-ragu menyimpan dananya di produk keuangan lain seperti saham, reksa dana, deposito, atau valas.

Selain skemanya mudah, modal awal untuk berinvestasi di platform digital semacam ini juga cenderung rendah. Nah, sebelum mulai, berikut panduan investasi di P2P lending yang perlu Anda pahami.

1. Lakukan Riset Sebelum Memulai
Sebelum menjatuhkan pilihan pada satu fintech investasi, penting bagi Anda untuk melakukan survei mendalam pada masing-masing P2P lending. Pahami dengan baik bagaimana skemanya, berapa besar suku bunga yang ditawarkan, ketahui profil risikonya, seperti apa reputasinya, dan lain sebagainya.

Selain itu, analisis mengenai data peminjam juga penting diketahui, sehingga Anda tahu betul bagaimana dana investasi Anda dikelola. Ya, masing-masing fintech memang punya sasaran peminjam yang berbeda, misalnya Gandengtangan yang fokus pada pemberdayaan UKM lewat pemberian pinjaman modal.

2. Diversifikasi ke Banyak Peminjam
Diversifikasi saat berinvestasi di P2P lending juga perlu dilakukan. Caranya dengan menyebar aset Anda ke banyak peminjam dengan profil risiko yang berbeda-beda: rendah, sedang, dan tinggi.

Selain menjaring keuntungan lebih besar, tips ini juga cukup efektif untuk menekan risiko kerugian. Jadi, ketika satu peminjam mengalami kredit macet, Anda masih punya harapan investasi dari peminjam lainnya.
Lebih lanjut, diversifikasi tak melulu fokus pada penyebaran profil risiko, tapi juga penganekaragaman jumlah pinjaman dan jangka waktu investasi.

3. Manfaatkan Credit Scoring
Dalam dunia investasi P2P lendingdikenal istilah credit scoring, yakni analisis mengenai data peminjam yang dianggap paling lancar dan mampu melunasi pinjaman. Makin berisiko suatu pinjaman, makin tinggi pula imbal hasil yang akan Anda peroleh.

Investasi rendah risiko memang akan membuat portofolio lebih solid dan stabil. Namun, di peer to peer lending, Anda justru disarankan untuk menganeka ragamkan investasi di peminjam yang tingkat risikonya lebih tinggi.

4. Selektif Memilih Calon Peminjam
Ya, tidak seperti produk investasi lainnya, di P2P lending, setiap investor memang bebas memilih calon peminjam sesuai dengan keinginan. Biasanya fintech akan menyediakan data yang berisi profil lengkap calon peminjam di website.
Fitur menarik ini bisa Anda manfaatkan semaksimal mungkin untuk menganalisis dan memilih calon peminjam yang sekiranya potensial dan mampu memberikan keuntungan yang lumayan. Penting, selektiflah dalam memilih target investasi agar aset Anda tidak mengalami kerugian.

5. Waktu Klaim Investasi
Penting diketahui bahwa P2P lending tidak sama dengan produk investasi lain yang hasilnya bisa diklaim kapan saja ketika dibutuhkan. Di fintech ini, Anda baru bisa menarik atau mencairkan dana yang diinvestasikan sebelum jatuh tempo.

Untuk itu, pahami dengan baik kemampuan investasi Anda sebelum memulai. Pertimbangkan hal-hal pokok seperti besaran dana yang akan diinvestasikan, berapa jangka waktunya, dan sebagainya. Jangan sampai di tengah jalan Anda mengalami kebingungan akibat manajemen finansial yang tidak terencana.

6. Keuntungan Berupa Cashflow
Investasi di P2P lending tidak sama dengan investasi di produk keuangan lain seperti saham atau reksa dana. Alih-alih memberikan keuntungan berupa capital gain, di peer to peer lending Anda akan memperoleh profit berupa cashflow dari peminjam, sehingga nilainya tidak dipengaruhi oleh IHSG maupun inflasi.

Artinya, besaran keuntungan yang akan Anda peroleh sudah ditetapkan sejak awal. Jika Anda dijanjikan return sebesar 15%, maka pada saat jatuh tempo Anda juga akan memperoleh keuntungan sebesar 15% sesuai kesepakatan di awal.

7. Pahami Risiko
Setiap investasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu pula dengan P2P lending. Jika Anda tertarik untuk menginvestasikan dana di platform yang satu ini, pahami dengan baik apa saja risikonya, dan pertimbangkan sematang mungkin sebelum mengambil keputusan.

Jangan asal berinvestasi, apalagi hanya ikut-ikutan. Sebab alih-alih menghasilkan keuntungan, sembarang memutuskan pilihan investasi justru berisiko membuat dana atau aset Anda lenyap tak bersisa.

Sebagai calon investor, Anda wajib memahami hal-hal di atas sebelum mulai berinvestasi di P2P lending. Jangan lupa untuk terus membekali diri dengan informasi terbaru seputar fintech investasi ini. Jika Anda membutuhkan rekomendasi P2P lending yang tepercaya, Gandengtangan adalah jawaban yang tepat.

Platform fintech ini merupakan wadah bagi investor yang ingin menginvestasikan dananya sembari berkontribusi untuk masyarakat luas. Di Gandengtangan, dana investasi akan disalurkan ke berbagai usaha mikro di Tanah Air yang memerlukan bantuan modal.

Selain skemanya mudah dan transparan, Anda juga bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp50.000. Murah sekali, bukan? Yuk, bergabung dengan Gandengtangan dan buat Indonesia menjadi lebih baik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *