Nanang, Memberdayakan Warga Desa dengan Jamur Tiram

IMG_9079 (1024x683)

 

Apa yang akan  dipikirkan jika ada banyak anak muda di sekitar lingkungan Anda, yang sehari-harinya hanya nongkrong sembarangan tanpa menghasilkan sesuatu? Sedikit banyaknya Anda pasti ingin melihat mereka produktif, kan? Karena dengan melakukan kegiatan yang produktif, tidak hanya menambah wawasan dan pengalaman saja, tapi juga bisa menghasilkan penghasilan yang nantinya bisa dipakai untuk membantu sanak keluarga.

Inilah yang dirasakan Nanang, 39. Banyaknya pemuda yang nongkrong di sana-sini membuatnya ingin memberikan wadah kepada mereka agar bisa menghasilkan sesuatu. Ia ingin sekali membantu para pemuda agar tidak hanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif.

Tidak hanya itu, keresahan lainnya ia rasakan pula saat melihat limbah serbuk kayu yang menghampar di tempat tinggalnya. Ia menganggap serbuk kayu tersebut akan menggangku tingkat kesuburan tanah jika dibiarkan.
Dari keresahan ini timbul inisiatif dalam dirinya untuk mencari solusi dari permasalahan ini. Berbekal koneksi internet, ia mencari informasi tentang banyak hal. Dari informasi yang ia dapat, ia sadar kalau limbah industri mebel tersebut bisa dijadikan media tanam. Dan dari sini pula ia menemukan bahwa harga jamur tiram tidak pernah turun seperti halnya bahan makanan lainnya.

Maka pada akhir tahun 2010, ia membuat sebuah usaha budi daya jamur tiram Assalam. Assalam adalah sebuah usaha budidaya jamur tiram putih di Kampung Loji Pamoyanan, Cianjur, Jawa Barat.  Nanang sangat jeli melihat potensi tempat tinggalnya. Terletak 1000 meter di atas permukaan laut menjadikan Kampung Loji Pamoyanan sebagai daerah potensial untuk bercocok tanam sayuran dan holtikultura.

Masalah pengangguran tak terdidik di Kampung Loji Pamoyaan sudah menjadi isu yang cukup serius. Secara menyeluruh jumlah pengangguran di Cianjur mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di tahun 2013 jumlah pengangguran mencapai 10,37% dari 1.012.665 tenaga kerja. Dan di tahun 2014 terjadi kenaikan menjadi 14,18% dari 1.026.245 angkatan kerja.

Di awal berdirinya Assalam Argo Industri hanya mempekerjakan satu pegawai untuk bagian panen jamur—yang dimulainya dengan 100 baglog. Tapi sekarang, sudah belasan orang yang dipekerjakan dengan usia dari 25-40 tahun dengan 50.000 baglog!

Nanang tidak hanya memanfaatkan limbah mebel dan mempekerjakan warga di kampungnya saja, tapi juga membantu para pedagang kecil untuk memasukkan menu jamur dalam menunya. “Kami juga ingin membantu para pedagang kaki lima, seperti mie ayam agar mau memanfaatkan jamur ini. Karena harga daging saat ini cukup mahal,” jelas Nanang kepada Gandeng Tangan.

Pria asli Cianjur ini tidak hanya memproduksi jamurnya hanya dalam bentuk jamur tiram. Tapi juga berupa nugget, bakso, kripik dan lain-lain. “Ini nantinya tidak hanya membuat para pekerja mendapatkan penghasilan, tapi juga membuat mereka terampil,” kata Nanang.

Dari sini Nanang tidak merasa puas. Ia ingin terus mengembangkan usaha sosialnya untuk membantu warga sekitar. Hingga detik ini Cianjur masih menjadi salah satu daerah penyuplai tenaga kerja Indonesia terbanyak di Jawa Barat.  Ia ingin masyarakat Kampung Loji Pamoyanan bekerja di desanya sendiri tanpa harus keluar kota, atau ke luar negeri (Arab Saudi) menjadi TKI/W.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *