Masih Ragu Beri Pinjaman Untuk Du’Anyam? Baca Ini!

IMG_0472 copy

(Menganyam Perubahan di NTT Bisa Kamu Lakukan Sekarang Juga)

Sebelum baca ini, coba kamu lihat ibumu di rumah. Pandang dia, bayangkan saat ia mengandungmu. Badannya tentu membesar, tubuhnya butuh banyak asupan gizi.

Kini bayangkan jika dalam keadaan hamil seorang ibu harus berjalan sejauh dua kilometer di tengah terik matahari. Membayangkannya saja kita tak tega.

Kamu tak perlu membayangkan keadaan kurang ideal tersebut karena itu benar-benar ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ibu hamil di sana masih tetap harus bekerja di ladang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut menyebabkan tingkat kematian ibu dan anak di NTT tinggi sekali, bahkan paling tinggi di Indonesia.

Melihat masalah tersebut, Azalea Ayuningtyas atau Ayu tak tinggal diam. Bersama beberapa rekannya ia mendirikan Du’Anyam. Du’Anyam adalah sebuah wirausaha sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan finansial ibu-ibu di NTT dengan mengajak mereka menganyam daun lontar.

Saat ini Du’Anyam membutuhkan bantuan darimu melalui pinjaman modal. Pasti kamu langsung bertanya, mengapa harus memberikan pinjaman pada Du’Anyam? Nah, alasan-alasan di bawah ini akan membuatmu semakin yakin untuk memberikan pinjaman pada anak muda penggerak perubahan di NTT ini.

 

Pulang Kampung Untuk Bangun Negeri Sendiri

Mari berkenalan dengan para pegiat Du’Anyam. Ayu mengenyam pendidikan S2 di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Harvard University. Hanna Keraf, berkuliah di Ritsumeikan Universitty, Jepang. Ada juga Melia Winata yang lulus dari University of Melburne, Australia. Latar pendidikan mereka berbeda-beda, kemampuan mereka pun berbeda-beda. Satu yang menyatukan mereka, keinginan untuk melakukan perubahan berarti bagi negeri sendiri. Wawasan mereka mengglobal, hati mereka tetap untuk negeri.

 

Menganyam Lontar, Menganyam Harapan

Coba kita lihat apa yang Du’Anyam lakukan. Mereka melihat masalah kesehatan ibu hamil di NTT. Bekerja ke ladang memang berbahaya untuk kesehatan, tapi ibu-ibu di NTT butuh untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, maka Du’Anyam menyodorkan alternatif mendapatkan penghasilan yakni dengan menganyam. Solusi yang Du’Anyam tawarkan sederhana secara ide tapi luar biasa secara manfaat. Sesungguhnya di tiap anyaman ibu-ibu hamil di NTT tersebut ada sebuah harapan lahirnya generasi masa depan.

 

Kenalkan Kearifan Lokal Untuk Kesehatan

Kenapa sih daun lontar yang dipilih buat anyaman? Mungkin pertanyaan ini sempat terpikir olehmu. Jelas jawabnya karena ibu-ibu di NTT memang terbiasa menganyam daun lontar. Lontar bukan barang baru untuk ibu-ibu di NTT. Semacam kearifan lokal yang terus masyarakat NTT jaga. Artinya mendukung inisiatif Du’Anyam juga berkembangnya kearifan lokal NTT.

 

Tak Hanya Penghasilan, Ada Juga Tabungan Persiapan Kehamilan

Manfaat nyata Du’Anyam sangat terasa pada 30-40 penganyam yang berkolaborasi bersama mereka. Setiap bulan para penganyam bisa mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp 500 ribu. Menariknya, Du’Anyam mendorong ibu-ibu di NTT memiliki tabungan persiapan kehamilan. Setidaknya 10% dari penghasilan tambahan dari menganyam bisa ibu-ibu NTT gunakan untuk menabung bagi persiapan kehamilan mereka. Misalnya membeli makanan bergizi untuk tambahan asupan nutrisi di masa kehamilan.

 

Roda Dua Untuk Menggulirkan Perubahan

Sebenarnya apa sih yang Du’Anyam akan lakukan dengan pinjaman dari kita? Du’Anyam akan menggunakan pinjaman kita untuk membeli kendaraan roda dua alias motor setara Honda Beat. Motor ini untuk menunjang mobilitas petugas lapangan yang mendampingi langsung ibu-ibu penganyam lontar di NTT. Memberikan pinjaman pada Du’Anyam bukan hanya berarti menghadirkan kendaraan roda dua, tapi mempercepat roda-roda perubahan positif untuk kesehatan di NTT.

 

 

Kini coba kembali lihat ibumu. Bayangkan ia sedang mengandung dirimu. Kondisi badannya sehat, mengonsumsi makanan penuh nutrisi. Ibumu lantas merawatmu sampai sejauh ini, sampai kamu membaca tulisan ini. Lantas apakah kamu mau keberuntungan semacam itu hanya milikmu semata? Ibu-ibu di NTT juga punya mimpi yang sama. Maka bantu Du’Anyam menganyam harapan untuk ibu-ibu kita di NTT. Mulai anyaman perubahanmu di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *