Mari Kenali Penggagas Proyek Lele Booster

IMG_1455

 

Ayo kita ngaku, pasti salah satu pilihan menu ketika pulang kantor adalah pecel lele. Ini karena warung pecel lele memenuhi tiap sudut kota kita. Saat menyantap lele yang enak pernah enggak kita bertanya, kira-kira siapa yang memasok dan merawat lele yang kita santap?

Kalau lele yang kamu santap enak dan berukuran besar kamu harus kenalan dengan Anang Setiawan dan Agus. Siapa mereka berdua? Mereka adalah sosok di balik inisiatif lele booster. Kata “booster” mungkin terasa asing, booster adalah teknik pengairan khusus yang membuat produksi lele lebih banyak dan besar. Boleh jadi lele enak yang kamu makan setelah pulang kantor adalah hasil tangan dingin perawatan Anang dan Agus.

Melalap lele bisa kita lakukan dalam hitungan menit, tapi menikmati kisah dan pengalaman Anang dan Agus tak akan pernah ada habisnya. Keduanya memiliki sederet prestasi dan pengalaman. Dua sosok inilah yang terus memastikan adanya lele-lele lezat di meja makan kita. Apa saja prestasi dan pengalaman mereka? Sambil ngemil lele mari kita simak bersama.

Juara Kompetisi Ideafest 2015

Anang adalah pemenang ajang Ideafest 2015, salah satu ajang kreativitas terbesar di Indonesia. Pria kelahiran Banyuwangi ini menginisiasi sebuah gerakan bernama Gerakan Pulang ke Desa. Lewat gerakan ini Anang mendorong agar kita kembali menghidupi desa. Ia percaya bahwa masih banyak potensi desa yang bisa kita kembangkan. Lele Booster adalah salah satu langkah konkret Anang untuk mendorong perkembangan ekonomi desa.

Kemenangan ini juga membawa Anang untuk belajar wirausaha sosial di London, Inggris. Di dataran Britania tersebut ia akan belajar benyak mengenai pengelolaan bisnis yang memberi manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan. Pengalaman ini tentu akan menambah pengetahuan serta jam terbang Anang dalam mengelola masa depan lele booster.

Memahami Masyarakat Akar Rumput

Semangat Lele Booster adalah membina peternak-peternak lele di Desa Tlogosari, Banyuwangi. Tentu membina dan mendorong pertumbuhan di desa tidak mudah. Butuh pemahaman akar rumput yang kuat untuk mendorong pertumbuhan di desa. Anang terlatih memiliki kemampuan tersebut. Ia adalah salah satu Pengajar Muda dalam Gerakan Indonesia Mengajar. Selama satu tahun (2011-2012) ia mengajar, berinteraksi, dan mendorong perubahan di desa tempatnya mengajar yakni di kawasan Bengkalis, Riau.

Pemahaman akar rumput dan kemampuannya mengelola gerakan warga desa tentu penting untuk membina peternak lele melalui proyek lele booster.

Latar Belakang Yang Mendukung

Semangat dan kemampuan Anang membina peternak lele tentu perlu didukung oleh kemampuan manajerial yang baik. Ia juga harus mengerti perencanaan bisnis dan keuangan yang baik. Anang memiliki keduanya!

Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja Anang sesuai dengan semangat yang lele booster usung. Lelaki yang gemar menari ini mengenyam pendidikan Manajemen di Universitas Brawijaya, Malang. Pasca lulus ia berkarier sebagai financial consultant di perusahaan asuransi. Ia juga pernah bekerja sebagai Syariah Funding Executive di salah satu bank syariah. Kemampuan Anang di bidang manajamen dan perencanaan bisnis adalah salah satu kunci kesuksesannya menjalankan lele booster sejauh ini.

Pengalaman Adalah Kunci!

Prestasi oke, latar belakang pendidikan pas, tambah lagi punya kemampuan mendorong warga lokal, tapi lele booster juga terkait dengan beternak lele, apakah mereka punya pengalaman? Jangan salah duga dulu. Agus, rekan Anang dalam proyek lele booster, telah beternak lele sejak dua tahun lalu. Ia bahkan pegiat aktif di komunitas lele booster Surabaya. Apapun soal lele, Agus bisa menjawab!

Segudang prestasi plus pengalaman Anang dan Agus adalah pesan keseriusan mereka dalam mengelola lele booster. Kemajuan lele booster juga sangat mempengaruhi kualitas lele di meja makan kita. Jika kita ingin lele yang ada di meja makan kita punya kualitas baik, sudah saatnya kita bergandengan tangan dengan Anang dan Agus!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *