Kisah Sukses Borrower yang Aktif Berkampanye di Social Media

Kali ini kita mau mengangkat soal kesuksesan salah satu borrowers kita yang sudah berhasil terdanai dan si borrowers memang effort untuk campaign usaha dia di social media. Bisa dikepoin facebooknya di sini https://www.facebook.com/nurultaufik.hidayah

Coba cek handphone-mu, berapa banyak akun media sosial yang kamu miliki? Minimal 3: Facebook, Twitter, dan Instagram. Atau kamu juga punya Path, Snapchat, dan masih banyak yang lain? Nah, biasanya kamu gunakan untuk apa? Gegalauan? Wah, itu sih sudah ketinggalan jaman! Contoh dong, borrowers satu ini yang sukses membuat project-nya terdanai lewat aktivitasnya di media sosial.

Nurul Taufik Hidayah namanya. Di sela-sela postingan tentang klub bola favoritnya (atau foto pacarnya, ehem!), ia membagi informasi tentang Tahu Tempe Organik Pioneer, dari mulai deskripsi project, sampai artikel-artikel di blog. Kata-kata yang ia gunakan juga sangat ‘menggoda’ bagi pembaca atau teman-temannya di Facebook.

sudahkan usaha kita bermanfaat untuk orang lain? sudahkah kita memikirkan mereka dengan usaha kita? kita simak yang ini yukk…

kita ingin sehat bukan? yuk kita lestarikan makanan sehat dan menyehatkan. kita simak pioneer melestarikan makanan tradisional bersama GandengTangan.org

pernah denger crowdlending nya gandengtangan.org? itu loh start up pinjaman untuk wirausaha sosial. nah pioneer ikutan melestarikan pangan tradisional tahu dan tempe lewat gandeng tangan.org, simak yuk…!

dan yang terakhir, sebelum akhirnya berhasil terdanai 107%:

kurang 1.200.000 lagi pioneer terdanai. untuk apa sih? membeli mesin sedor air, pupuk, bibit kedelai dan padi organik, untuk petani .. pioneer telah mengawali langkah kecil untuk membantu petani agar tetap eksis menanam pangan organik. yukk kita selesaikan project pioneer di hari jum’at barokah ini dengan bergandeng tangan bersama pioneer. kita bisa pinjamkan uang kita mulai dr 50.000. nilai yang kecil untuk perubahan yang besar pioneer adalah perusahaan rumahan pembuatan tahu dan tempe menggunakan kedelai organik petani setempat sehat.enak.tanpa pestisida. mari dukung kami.

Ingin project-mu berhasil seperti Pioneer? Ada beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan:

  1. Post secara Berkala

  2. Meski kamu merasa bahwa project-mu ini memberikan manfaat yang banyak untuk masyarakat, tapi kamu akan tetap merasa kesal kalau ada yang ‘membanjiri’ timeline-mu dengan promosi kan? Jadi, bagikan pesanmu secara berkala, misalnya dua hari sekali.

  3. Maksimalkan Waktu

  4. Menurut beberapa penelitian, waktu terbaik untuk mem-post tulisan di media sosial adalah pada jam makan siang atau sekitar jam17.00-20.00. Wajar sih, sepulang kantor, banyak orang mengakses media sosial dan dapat scrolling timeline dengan santai. Kemungkinan pesanmu dibaca dan di-klik lebih besar kalau kamu post pada jam-jam ini.

  5. Gunakan Kutipan

  6. Nurul Taufik Hidayah kreatif dalam merancang kata-katanya sendiri, tapi kamu bisa ‘hemat energi’ dengan mengutip kalimat dari artikel, atau peribahasa yang pesannya sejalan dengan campaign-mu. Jangan hanya melempar link, kamu harus memberikan caption yang menarik agar pembaca tergugah untuk meng-klik tautan yang sudah kamu post.

  7. ‘Manfaatkan’ Teman-temanmu

  8. Sesudah post, terus ngapain? Minta teman-temanmu untuk like, comment, atau share. Makin banyak tanggapan yang kamu dapatkan, makin besar kemungkinan kamu akan bertengger di bagian atas news feed teman-teman media sosialmu. Kamu bisa menggunakan post-mu sebagai pengingat agar mereka melakukan tindakan nyata, yaitu mendanai project-mu.

  9. Sesuaikan Post dengan Media Sosial

  10. Tulisan memang cocok dibagikan di Facebook (ingat untuk mengubah setting post-mu menjadi public); tapi kalau kamu ingin share informasi singkat, mending pakai Twitter. Kamu ingin membagikan video tentang project-mu, gunakan YouTube atau Snapchat. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur hashtag di Instagram saat mengunggah foto project-mu. Pokoknya, kamu harus memastikan orang melihat project-mu dimana-mana, dengan mempertimbangkan kekuatan media sosial itu sendiri, tentunya.

    Nah, sekarang kamu tahu kan, daripada digunakan untuk hal-hal yang ‘tidak jelas’, lebih baik kamu gunakan media sosialmu untuk sesuatu yang lebih besar – yaitu mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk sekitarmu. Selamat post and share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *