Kenapa GandengTangan fokus pada ekonomi kerakyatan?

Bojonegoro merupakan salah satu penghasil padi terbesar di Indonesia dengan luas pertanian dan perkebunan sekitar 77.263 Ha (35,58% dari total luas wilayah Kab. Bojonegoro). – Good News From Indonesia, Maret 2016

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Mudrika, menyatakan siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurutnya, sangat banyak produk unggulan kerajinan asal Sumbar; seperti songket, bordir, dan sulaman. Sementara untuk produk makanan, ia mengatakan, Sumbar mempunyai produk unggulan seperti krupuk pedas, rendang, dan masih banyak lagi. – Minangkabaunews, Januari 2016

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan produk tenun dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sudah sesuai dengan standar pasar internasional yang menginginkan produk ramah lingkungan. – ANTARA News, November 2015

Ketiga contoh diatas adalah sedikit dari bukti bahwa Jakarta dan kota-kota besar lainnya sangat mungkin tergantikan oleh kekuatan ekonomi kerakyatan di masa depan. Kenapa begitu? Tahun ini, sudah 71 tahun Indonesia merdeka, dan sudah sepatutnya kemakmuran dirasakan secara merata di semua bagian Indonesia.

Gandengtangan percaya, untuk menciptakan sebuah perubahan sosial haruslah langgeng dan bersifat jangka panjang. Salah satu caranya, adalah dengan mendukung para wirausahawan sosial untuk mandiri secara ekonomi. Sistem online crowdlending memungkinkan Gandengtangan memfasilitasi pertemuan antara peminjam dengan pemberi dana, yang memiliki visi yang sama terhadap ekonomi kerakyatan. Kalau selama ini wirausahawan memiliki kendala dana yang terbatas, Gandengtangan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan awareness publik bahwa ada permasalahan sosial yang perlu diselesaikan. Kemudian, awareness itu tertuang dalam bentuk action yaitu peminjaman dana untuk menggerakkan usaha.

Keunggulan Gandeng Tangan:

Tulus membantu wirausaha sosial dengan pinjaman modal berbunga 0%

Memberdayakan karena memberikan modal bergulir, bukan donasi habis pakai

Pinjaman modal yang sudah dikembalikan bisa ditarik atau diputar untuk memodali projek lain

Sebagaimana tertulis di halaman About, Gandengtangan berkomitmen untuk membuat suatu sistem dimana nantinya, masyarakat Indonesia bisa merasakan kehidupan yang lebih baik. Sementara santunan berguna untuk membantu masyarakat yang benar-benar tidak mampu; modal mendorong wirausahawan untuk lebih kreatif dalam menjalankan usahanya. Minimal, dalam jangka waktu dua tahun sejak proyek terdanai, para wirausahawan bisa mencapai suatu target kemajuan yang manfaatnya dirasakan oleh kelompok sasaran.

Selain itu, jika kamu perhatikan kebutuhan dana yang proyeknya dipublikasikan oleh Gandengtangan, sebagian besar atau bahkan keseluruhan dari dana yang didapatkan akan dibelikan aset produksi aktif. Misalnya, Assalam Agro Industri yang membeli mesin stemer baglog; Pelangi Viridis yang membeli bahan pembuatan kapal; dan masih banyak lagi. Kesemuanya itu merupakan sumber daya yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha jangka panjang. Dengan demikian, Gandengtangan bekerja untuk membantu proses produksi dan menciptakan sustainability.

Jadi, kalau kamu sekarang ngerasa tinggal di pelosok yang ‘tidak ada apa-apanya’, coba gali lagi. Siapa tahu kamu punya potensi yang jauh lebih besar daripada jika kamu bekerja di kota besar. Perlu lebih banyak contoh untuk meyakinkanmu? Langsung cek proyek yang sedang membutuhkan dana di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *