Wirausahawan Sosial dari Kampus Ganesha

Menciptakan suatu usaha dan mendapatkan banyak keuntungan dari usaha tersebut sudah biasa kita dengar. Namun bagaimana ceritanya jika anda mendengar bahwa suatu usaha dapat mempengaruhi lingkungan sekitar. Inilah yang dinamakan wirausaha sosial. Usaha yang mereka ciptakan lebih mengarah kepada lingkungan, masyarakat sekitar dan juga belum memperdulikan profit agar penyeluruhan produk yang mereka buat bisa tersebar dengan baik demi kebaikan banyak orang. Banyak juga dari mereka yang sudah mendapatkan pengargaan dari dalam maupun luar negeri. Sangat membanggakan bukan? Nah, banyak sekali wirausahawan sosial yang sekarang muncul di Indonesia. Bisnis sosial seperti ini memang sedang digandrungi banyak orang karena selain mendapatkan untung dari usaha yang diciptakan, mereka juga bisa memperbaiki kondisi sosial lingkungan maupun kondisi alam didaerah tersebut. Bagaimana, anda tertarik untuk menciptakan usaha sosial anda sendiri? dapatkan inspirasi dari ide wirausahawan sosial berikut ini.

Kali ini kita akan membahas wirausahawan dari kota kembang Bandung, tepatnya dari Institut Teknologi Bandung. Dari sekian alumni kampus Ganesha ini, adalah Shana fatina yang memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan sumber daya di negeri sendiri. Sangat unik, gadis lulusan teknik industri ini mengaku bahwa ia senang mengembangkan bisnis sosial yang akan membantu banyak orang. Segala ide yang sudah ia ciptakan banyak yang kandas dan gagal sampai pada akhirnya ia memfokuskan diri untuk membangun bisnis konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas atau BBG. Berawal dari keisengan semata, mendorong ia untuk membuat usaha ini. Bisnis ini lebih memiliki tujuan kearah kepedulian lingkungan.

Seperti yang kita tahu bahwa bahan bakar minyak menciptakan polusi yang sangat tinggi, berbeda dengan polusi yang diciptakan oleh bahan bakar gas atau BBG yang jauh lebih sedikit. Di lain sisi, penggunaan bahan bakar gas atau BBG juga mampu memotong anggaran negara hampir 50%. Luar biasa bukan? Ia berharap bahwa pada akhirnya semua akan cenderung menggunakan bahan bakar gas atau BBG mengingat polutan yang dihasilkan tidak sebanyak dengan bahan bakar minyak. Menggunakan sistem konversi, ia membuat pengajuan proposal peminjaman ke GandengTangan senilai 56 juta rupiah. Rencanya ia akan menggunakan uang tersebut untuk mengkonversi 4 angkutan umum, masing-masing dari angkutan umum tersebut membutuhkan dana sekitar 14 juta untuk instalasi alat konversi dari bahan bakar minyak ke bahan bakar gas atau BBG. Nah, pemilik angkutan tersebut bertanggung jawab untuk mengembalikannya dengan cara mencicil di setiap bulannya. Ini adalah cara paling membantu karena dalam penghitungannya, bahan bakar gas atau BBG jauh lebih murah daripada bahan bakar minyak. Menurut TinaGas, perusahaan Shana, supir angkutan bisa sangat menghemat pemakaiannya dan dengan itu mereka bisa menggunakan uang penghematannya untuk membayar alat bahan bakar gas atau BBG yang sudah mereka gunakan.

Banyak sekali jika anda perhatikan lebih dalam mengenai wirausahawan sosial yang merancang usaha untuk memberikan dampak baik untuk lingkungan sekitar, untuk Indonesia yang lebih baik. Karena itu usaha sosial ini tidak akan berarti jika masyarakat tidak peduli, peran anda sangat dibutuhkan untuk ikut mendukung ide dan inovasi ini. Karena Indonesia bukan hanya milik Shana, Indonesia milik kita. Oleh karena itu, tanggung jawab kita sangat berarti untuk kebaikan lingkungan dan semua orang. Ciptakan ide dan inovasi kreatif anda untuk lingkungan sekitar anda. salam sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *