Ini Cara Mudah Membantu Wirausaha Sosial Berkampanye di Media Sosial

image-for-socmed-campaign-article

 

Pasti kamu kerap ingin membantu wirausaha sosial namun tak punya banyak waktu. Meminjamkan modal melalui crowdlending adalah salah satu cara. Ingat bahwa itu hanya salah satu cara, bukan satu-satunya cara. Cara lain yang juga penting adalah membantu mempromosikan proyek tersebut. Waktu yang terbatas membuat media sosial penting dalam mempromosikan proyek wirausaha sosial yang ingin kita dukung.

Pertanyaannya kemudian bagaimana cara mempromosikan proyek wirausaha sosial di media sosial? Nah, ini susah-susah gampang. Banyak orang berpikir bahwa mempromosikan berarti sekadar berbagi link atau retweet semata. Itu memang salah satu cara, tapi kita bisa memaksimalkan cara-cara lain.

Tips-tips di bawah ini akan memaksimalkan bantuan kita mempromosikan proyek social entrepreneur di media sosial. Ingat bahwa, “the more you add creativity, the closer your project become reality.” Ini dia tips-tipsnya:

Riset Dulu, Baru Kerja Kerja Kerja!

Melakukan riset perilaku orang yang akan memberikan pinjaman penting untuk kita lakukan. Hipotesis dan asumsi kadang kala memang membantu, tapi tanpa riset keadaan sebenarnya sulit untuk kita raba. Riset bisa kita lakukan dengan sederhana kok, misalnya melakukan survei atau diskusi berkelompok (focus group discussion). Yang paling penting saat melakukan riset adalah kita tahu tujuan riset kita alias mengetahui apa pertanyaan yang hendak kita jawab dari riset tersebut.

Buat Social Media Marketing Plan

Apa sih social media marketing plan? Secara sederhana ini adalah ringkasan rencana dan tujuan yang ingin kamu capai dalam sebuah kampanye. Semakin detail rencananya akan semakin membantu kita mencapai tujuan.

Dalam Social Media Marketing Plan kita mengenal istilah “SMART” yang berarti Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time-bound. Konsep SMART ini akan berwujud sebuah rencana yang detail. Misalnya dalam halaman facebook kita akan menceritakan tujuan sebuah proyek. Maka rencana yang kita susun misalnya mengunggah 2 cerita dan 3 foto menarik setiap hari, targetnya masing-masing foto dan cerita mendapat 8 likes, 10 komen, dan akan dibagikan oleh 3 orang. Jadi dalam menyusun social media marketing plan kuncinya adalah detail dan dapat kita ukur.

Memperbanyak Konten

Ingat idiom, “content is king”? Walau saat ini idiom itu banyak diperdebatkan, tapi jangan sampai kita melupakannya. Jumlah konten yang banyak dan bervariasi sangat penting dalam sebuah kampanye. Konten seperti itu akan sangat membantu mengomunikasikan sebuah proyek. Yang kemudian penting adalah membuat konten atau editorial plan, makhluk apakah itu? Intinya adalah kita harus menyusun dengan rinci apa kontennya, siapa yang kita sasar, siapa yang akan membuatnya, dan bagaimana penyebaran kontennya.

Misalnya saat kita hendak membantu Komodo Water maka kontennya pun beragam. Mulai dari profil pembuat project, alasan kenapa proyek ini penting untuk kita dukung, sampai apa pentingnya produk air bersih di Pulau Komodo.

Jangan Lupakan Distribusi

Membagikan sebuah proyek di media sosial pribadi kita memang baik, tapi bukan berarti hanya itu yang bisa kita lakukan. Setelah rencana kita susun dan konten sudah siap, penting kita lakukan selanjutnya adalah mendistribusikan pesan-pesan ke jaringan yang sesuai.

Bagaimana mencari jaringan yang sesuai dengan proyek kita? Mudahnya begini, coba kita gali lebih dalam proyek yang sedang kita garap. Pasti sebuah proyek punya banyak irisan, tidak hanya satu. Misalnya proyek Komodo Water, jaringan yang bisa kita garap bukan hanya soal air bersih. Jaringan lain misalnya pegiat lingkungan, masyarakat Pulau Komodo sendiri, atau komunitas yang suka jalan-jalan ke Komodo. Menggali ragam irisan dari sebuah proyek akan sangat membantu mendistribusikan bahan-bahan kampanye yang ada.

Seperti Rambu Lalu Lintas, Ajakan Harus Jelas!

Setelah semua rencana, konten, dan distribusi sudah kita siapkan, satu hal yang perlu kita ingat adalah idiom “God is in the details”. Maksudnya adalah saat mempromosikan sebuah kampanye sosial di media sosial ajakan kita harus jelas. Misalnya kita meminta agar teman-teman kita menyebarkan materi kampanye sebuah proyek maka langsung saja tuliskan “Bagikan postingan ini!”. Dengan begitu maka publik akan tahu apa yang bisa ia lakukan untuk membantu sebuah proyek.

Contoh lain misalnya adalah dengan membuat ajakan yang berisi pilihan bantuan yang bisa publik lakukan dari yang paling sederhana sampai paling besar. Dalam kampanye crowdlending tentu tujuan besarnya adalah memberi pinjaman sebuah proyek. Maka kamu bisa menyusun ajakan mulai dari membagikan informasi tentang proyek sampai meminta publik memberi pinjaman sebuah proyek.

Setelah membaca tips-tips di atas, kamu bisa mengasah kemampuanmu mengampanyekan proyek dengan langsung mempraktikannya. Semakin banyak orang yang gandeng tangan mempromosikan sebuah proyek di media sosial maka kemungkinan proyek itu mendapat pinjaman akan lebih besar. Tidak sabar untuk langsung mempraktikkan? Sila klik link ini sebagai langkah pertama. Sebentar lagi GandengTangan juga akan meluncurkan ruang khusus untuk orang yang siap membantu mengampanyekan proyek-proyek inspiratif dari para wirausaha sosial!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *