Dedy Kurniawan, Abdi Negara yang Terpanggil untuk Melayani Lebih Banyak Masyarakat

Kemampuan mendengar dan berempati mutlak diaplikasikan pada pekerjaan apapun, terutama yang berhubungan dengan pelayanan. Syukur-syukur jika kemampuan ini bisa menjadi modal untuk menciptakan perubahan sosial. Dedy Kurniawan membuktikan hal ini lewat pekerjaannya sebagai penyuluh pertanian di Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Setelah lulus dari jurusan Perikanan sebuah PTN di Samarinda, ia ditugaskan di sebuah kecamatan yang berjarak 400 kilometer dari pusat pemerintahan provinsi Kalimantan Timur. Pengamatannya selama bekerja membuatnya sadar bahwa warga kecamatan, terutama petani ikan, tidak akan berkembang dengan keadaan seperti ini. Para petani mengeluhkan tidak adanya bantuan bibit dari pemerintah, apalagi sosialisasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing hasil pertanian mereka. Oleh karena itu, tidak mengherankan ketika melihat para petani ikan hidup dalam keadaan yang memprihatinkan.

Kurangnya koordinasi antara program pemerintah dan harapan petani membuat Dedy mencoba menuangkan pengetahuannya, dan memberikan modal dari kantongnya sendiri, untuk bekerjasama dengan petani ikan. Berbekal bibit ikan, seperti ikan haruan dan ikan gabus, Dedy mengembangkan sistem untuk bisa mewadahi kebutuhan petani ikan dalam hal pembenihan ikan. Dua tahun kemudian, Aquatic Tropish Farm diciptakan; dan Dedy berharap Aquatic Tropish Farm bisa menjadi pusat edukasi dan sentra kewirausahaan berbasis pertanian ikan yang alami, bersih (bebas limbah), dan unggul – baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Tahun 2016 ini, satu setengah tahun berlalu sejak Aquatic Tropish Farm didirikan, beberapa program yang akan terus dijalankan oleh Dedy, diantaranya:

Program Sedekah Ikan

Program donasi yang akan memberikan 10% dari total benih ikan yang dihasilkan. Sasarannya adalah petani ikan yang benar-benar miskin, dan memiliki kolam seukuran minimal 2 x 1 meter, baik untuk pemenuhan nutrisi keluarga atau sebagai modal usaha.

Restocking

Selama ini, Dedy dan masyarakat harus bekerja keras untuk melawan penangkapan ikan secara ilegal, seperti dengan pukat atau peledak, yang menyebabkan stok ikan di danau atau sungai menurun secara drastis. Sembari mengedukasi pelaku agar berhenti melakukannya, separuh dari hasil pembenihan akan dilepas ke perairan umum agar ikan-ikan tersebut dapat berkembang biak.

Masih banyak program yang ingin dilanjutkan oleh Dedy, maka dari itu Aquatic Tropish Farm membutuhkan bantuanmu agar dapat meningkatkan produktivitas. Sebagai informasi, satu kecamatan Kongbeng beranggotakan hampir 20,000jiwa dan Dedy bekerja sendirian sebagai penyuluh! Yuk, ringankan pekerjaan Dedy dengan mendanai project Aquatic Tropish Farm di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *