Cara Platpe Membantu Para Buruh Tembakau

Para buruh tembakau di Desa Sukorambi, Jember, Jawa Timur, kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya jika masa kerja sudah usai. Tak mengherankan memang karena tembakau hanya panen setahun sekali. Dalam proses pengolahannya saja hanya berlangsung selama satu sampai tiga bulan. Jika sudah habis masa kerja, para buruh tembakau tidak mendapatkan pekerjaan lagi.

Inilah yang membuat Rachardy tergerak untuk membuat wadah yang membantu masyarakat sekitar. Dengan perusahaannya yang dinamai Platpe, pria yang pernah menjadi guru di salah satu sekolah swasta ini memberikan warga mata pencaharian baru.

Platpe sudah merambah ke beberapa bidang, yaitu usaha budidaya jamur tiram, kerajinan kayu (Platpe Kayu), serta bantal bordir. Hal ini terealisasi atas kerjasama dengan para profesional yang kebetulan juga mengenal baik Rachardy.

Kehadiran Platpe membuat salah satu usaha kayu di Desa Sukorambi merasa terbantu. Dengan keahlian mendesain produk, Rachardy membantu pengusaha kayu untuk membuat macam-macam barang, seperti talenan, tatakan panas, tempat bumbu dan lain sebagainya.

Tidak hanya pengusaha kayu, para buruh tembakau yang habis masa kerjanya juga ikut merasakan manfaat. Tidak hanya membantu perekonomian keluarganya, tapi juga memperkaya dirinya dengan keterampilan.

“Alhamdulillah saya bisa membantu suami dengan bekerja membuat kotak cerutu,” kata Rosi, 35, warga Desa Sukorambi yang suaminya bekerja sebagai kuli bangunan.

Selain bekerjasama dengan pengusaha kayu, Platpe juga bergerak di bidang bantal bordir. Dalam hal ini Rachardy juga ikut mendesain jenis-jenis bantal yang nantinya akan dipasarkan sesuai dengan permintaan konsumen. Semua pesanan ia layani secara online di tokobantal.com.

Ia berharap usaha-usaha yang ada saat ini ke depannya akan bergabung menjadi satu wadah dan satu merk. Namun ada kendala yang membaut semuanya belum terlaksana.

“Hambatannya kami masih melakukan semuanya secara manual. Baik untuk memeras jamur tiram, mesin bordir untuk bantal dan mesin pemotong kayu rakitan—yang tidak bisa dipakai untuk memotong kayu tebal. Sehingga kami belum mampu menerima pesanan besar dengan tempo waktu yang cepat,” jelas Rachardy.

Ide Rachardy bersama Platpe untuk membantu masyarakat Desa Sukorambi sangat mulia. Ia ingin warga Sukorambi memiliki pekerjaan yang layak dan tak kesulitan untuk memproduksi usahanya.

Kamu bisa membantu niat baik Rachardy dengan memberikan pinjaman minimal Rp 50.000 di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *