Bu Juliani dan Pak Raja Ubit: Pejuang Kesejahteraan Masyarakat Leupung, Aceh Besar

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ‘relawan’? Orang yang mau membaktikan hidupnya untuk sebuah misi sosial tanpa mengharapkan kompensasi tertentu. Ya, betul. Definisi inilah yang ada pada sosok Pak Raja Ubit dari Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar.

Pada tahun 2000-2009, beliau dan istri, Bu Juliani, tinggal di Banda Aceh. Selain bekerja sebagai dosen komputer di universitas swasta, beliau membuka toko komputer dan juga les komputer privat. Selepas tahun 2009, beliau harus pensiun karena usia dan kondisi kesehatan yang memburuk. Ketika kembali ke kampung halaman di Leupung, Pak Raja Ubit dan Bu Juliani mendapat kepercayaan untuk mengelola perpustakaan yang dimiliki oleh Yayasan Pembinaan Kegiatan Generasi Muda. Di sini juga, mereka memberikan bimbingan belajar dan pelatihan keterampilan untuk masyarakat yang kurang mampu, gratis. Semua pekerjaan tersebut dilakukan tanpa digaji!

Karena kedekatan mereka dengan permasalahan sosial di Leupung, Bu Juliani berpikir untuk memberikan alternatif penghasilan bagi ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri yang tidak bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Es krim dipilih sebagai produk yang akan dijual karena beliau bisa membuat es krim tanpa menggunakan mesin, hanya dengan mixer. Dengan demikian, modalnya pun tidak terlalu besar.

Setelah Bu Juliani sendiri melakukan penjualan Es Krim Raja Ubit ini selama enam bulan, penghasilannya cukup untuk menambal kebutuhan sehari-hari. Kesuksesan ini membuat orang-orang ingin ikut belajar dan menjual es krim. Hal ini disambut baik oleh Bu Juliani, terutama mengingat pada dasarnya mereka tidak memiliki penghasilan yang stabil dan konsisten. Beliau berharap, selain mendapatkan tambahan penghasilan, mereka akan mampu memperluas penjualan ke daerah-daerah lain di luar Kecamatan Leupung.

Saat ini, Bu Juliani sedang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan penjualan. Bantuan darimu akan digunakan untuk membeli bahan baku dan beberapa alat operasional. Sekarang, beliau harus bolak-balik ke kota setiap hari untuk membeli bahan karena modal yang terbatas. Kalau beliau mendapatkan dana dari GandengTangan, beliau akan bisa menyiapkan stok bahan baku, sehingga waktu berjualan Bu Juliani akan lebih efisien dan efektif.

Kalau kamu tersentuh dengan cerita Bu Juliani dan Pak Raja Ubit, inilah waktunya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Leupung, Aceh Besar. Dukung proposal Bu Juliani di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *