Belajar Investasi dari Para Pemilik Startup Unicorn Dunia

Strategi investasi usaha yang aman dan menguntungkan dari founder startup unicorn dunia.

Dalam industri digital marketing dikenal istilah unicorn startup, yaitu perusahaan rintisan yang memiliki valuasi senilai lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp13,1 triliun lebih. Status unicorn tentu bukan sesuatu yang mudah dicapai. Dilansir dari Business Insider, sepanjang 2017 kemarin hanya ada 57 startup dunia yang berhasil menyandang predikat unicorn.

Nah, salah satu kunci keberhasilan startup ada pada pola investasinya. Investasi usaha yang dimaksud pun tidak melulu tentang dana, tapi juga strategi yang dibangun. Ini pelajaran yang bisa kita petik dari para pemilik startup unicorn dunia.

1. Jack Ma – Alibaba

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan Alibaba, e-commerce asal negeri Tiongkok yang berhasil menyandang kategori unicorn startup. Keberhasilan perusahaan rintisan ini tak lepas dari tangan dingin sang founder, Jack Ma, yang senantiasa hadir dengan strategi bisnisnya yang brilian.

Alibaba dulu hanyalah perusahaan kecil. Kecerdasan Jack Ma dalam melihat peluanglah yang membuat e-commerce tersebut sukses besar. Untuk meningkatkan akselerasi bisnisnya, ia pun tak ragu menarik dana investasi dari kawan-kawannya. Selain itu, pengusaha terkaya kedua di China ini pun melakukan perencanaan bisnis dengan matang—salah satunya dengan tidak asal mengajukan pinjaman tanpa pertimbangan yang cermat.

2. Jeff Bezos – Amazon

Anda yang senang berbelanja online tentu sudah tidak asing lagi dengan Amazon.com. Platform e-commerce internasional ini berdiri atas ide brilian dari sang founder, Jeff Bezos, entrepreneur yang juga merupakan ahli komputer asal Amerika Serikat.

Masa itu, Jeff yang baru saja resign dari pekerjaannya menyusun rencana bisnis dengan membangun sebuah toko buku online yang dinamakan Amazon. Dalam 2 bulan pertama, Amazon meraup pendapatan sebesar $20,000/minggu dengan sebaran penjualan ke 50 negara bagian AS dan lebih dari 45 negara di dunia.

Meski begitu, Amazon baru berhasil mencetak keuntungan di warsa keempat berdirinya, yakni pada tahun 2001 dengan jumlah profit mencapai $1 miliar. Selain terus berinovasi dan tak gentar mengambil risiko, Jeff juga menempuh cara lain dengan terus melakukan investasi di perusahaan-perusahaan baru.

Baca juga: Yuk, Kenali Cara Menjadi Investor P2P Lending

3. Elon Musk – SpaceX dan Paypal

Space Exploration Technologies Corporation atau yang lebih umum dikenal dengan SpaceX merupakan perusahaan antariksa asal AS. Korporasi swasta yang telah menyandang status unicorn startup ini sukses besar tak lepas dari kerja keras dan ide-ide kreatif sang CEO, Elon Musk.

Elon Musk pun melakukan investasi usaha dengan cara yang tak biasa, yaitu berupa efisiensi biaya dengan menggunakan roket daur ulang. Dibandingkan perusahaan lain serupa, SpaceX memberikan harga yang lebih murah kepada calon klien yang ingin menggunakan jasanya. Langkah ini terbukti efektif untuk meningkatkan keuntungan.

Sebelum sukses dengan Tesla-nya, Musk juga menekuni bisnis di bidang jasa keuangan dan pembayaran online, X.com. Perusahaan ini pun akhirnya melakukan merger dengan rivalnya, Confinity, dan berganti nama menjadi Paypal. Juli 2002, Paypal akhirnya resmi diakuisisi eBay dan sukses menjadi platform online payment raksasa seperti yang kita kenal sekarang.

Baca juga: Agar Lebih Siap, Cari Tahu Risiko Instrumen Investasi yang Akan Anda Pilih

4. Nadiem Makarim – Go-Jek

sumber: buletinpengusaha.com

Terakhir ada CEO salah satu startup unicorn asal Indonesia, Nadiem Makarim yang menggawangi perusahaan penyedia jasa transportasi online Go-Jek. Nadiem, begitu pria ini akrab disapa, memiliki strategi investasi yang cukup cerdas.

Go-Jek melakukan ekspansi bisnis dan investasi yang fokus di bidang product engineering. Semua dana yang masuk dari investor akan dialokasikan untuk pengembangan pos transportasi, logistik, makanan, dan payment—sesuai dengan layanan yang tersedia di Go-Jek. Langkah investasi semacam ini ditempuh sebagai salah satu cara untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Kiat Memulai Investasi Tanpa Ribet

Anda pun bisa mengikuti jejak kesuksesan 4 pebisnis andal di atas dengan mulai berinvestasi. Langkah ini merupakan salah satu cara paling tepat untuk mendapat tambahan penghasilan dan memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.

Saat ini ada berbagai jenis instrumen investasi yang bisa dipilih, masing-masing dengan profil risiko yang berbeda. Investasi bekerja dengan sistem high risk high return, artinya makin tinggi risiko, makin tinggi pula return (hasil) yang akan diperoleh.

Nah, bagi yang ingin mulai berinvestasi tanpa ribet, Anda bisa mencoba memanfaatkan platform investasi online berbasis peer to peer lending, seperti GandengTangan. Di sini Anda sebagai investor akan dihubungkan dengan para pelaku usaha mikro dari seluruh penjuru nusantara yang membutuhkan bantuan modal dengan pendampingan ketat dari GT-Trust.

GandengTangan menawarkan tenor tercepat, yakni 14 hari, sangat cocok bagi Anda yang ingin mulai bergabung dengan program investasi jangka pendek. Investor pun bisa memantau perkembangan investasi dan data transaksinya secara real time melalui private dashboard yang tersedia dalam website kami, kapan pun dan di mana pun.

Dengan dana awal cukup Rp50.000, Anda bahkan sudah bisa mulai berinvestasi sambil menciptakan dampak sosial yang baik bagi masyarakat dengan prosedur yang transparan, aman, dan tepercaya. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, berinvestasi di GandengTangan dan jadilah bagian dari kemandirian usaha mikro dan perkembangan ekonomi bangsa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *