Bantu UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Edukasi Sistem Keuangan Dasar

Kurang lebih 50% penduduk Indonesia hidup hanya dengan 20 ribu Rupiah per hari. Salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan tersebut adalah dengan menciptakan industri baru terutama di daerah perkotaan. Dan ternyata gagasan tersebut berhasil, 97% pekerjaan tercipta lewat usaha kecil dan menengah. Sedangkan korporasi besar dan pemerintah hanya menyerap 3% kebutuhan lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, UMKM harus naik kelas agar dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi. Jika UMKM naik kelas, penduduk Indonesia yang hidup dibawah 20 ribu Rupiah per hari bisa naik kelas dengan penghasilan yang lebih tinggi.

Salah satu cara agar usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM adalah peningkatan produksi sejalan dengan permintaan pasar. Berbeda dengan usaha yang sudah matang, UMKM biasanya tidak mampu meningkatkan produksi mereka akibat keterbatasan modal usaha. Mengajukan pinjaman modal di perbankan tampaknya masih sulit karena UMKM tidak memiliki sistem administrasi maupun pembukuan usaha yang jelas. Padahal, sistem pembukuan merupakan syarat yang paling dasar ketika mengajukan bantuan pendanaan.

Oleh karena itu, pada 11 Juni 2017 lalu Gandengtangan dan Ibu Nur Fatimah (salah satu GT-Trust kami) mengadakan “Pelatihan Literasi Keuangan UMKM”.

Pelatihan ini diikuti oleh tujuh UMKM terpilih yang sudah mendapatkan pendanaan dari GandengTangan maupun UMKM baru yang belum mendapat pendanaan.

Pelatihan ini diawali dengan semua peserta berbagi mimpi dan cita-cita di masa depan. Cita-cita tersebut mereka tuangkan di dalam gambar yang mereka tempel di kertas. Kenapa hal ini penting? Karena kami berusaha untuk membangun aspirasi para UMKM yang hadir, dengan memiliki tujuan hidup dan tujuan keuangan keluarga, sehingga mereka dapat melakukan pertimbangan dan pengelolaan keuangan pribadi agar dapat merealisasikan mimpi-mimpinya tersebut.

Ibu Asiah, salah satu peserta pelatihan yang usahanya telah mendapatkan pembiayaan dari Gandengtangan, menyampaikan mimpi besarnya, “Saya ingin bisa umrah dalam waktu 5 tahun lagi”.

Ibu Yuni menuliskan mimpinya dalam 1 tahun hingga 10 tahun kedepan
Memvisualisasikan mimpi dengan mencari gambar yang sesuai dengan mimpi mereka

Setelah visualisasi mimpi, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi soal pengelolaan keuangan pribadi yang baik. Baik ibu-ibu dan bapak-bapak yang hadir mengakui bahwa mereka tidak memiliki perencanaan awal keuangan, yang membuat mereka akhirnya tidak menabung. Para peserta kemudian diberikan lembar pencatatan keuangan rumah tangga dan diminta untuk mencatat serta menghitung kembali pemasukan dan pengeluaran mereka. Setelah itu, fasilitator dari GandengTangan membantu peserta mengidentifikasi pos keuangan mana yang bisa ditekan agar tidak defisit di akhir bulan. Kalaupun surplus, uang yang masuk bisa langsung ditabung tiap bulannya.

Tim Gandengtangan membantu mereka merencanakan dan mengevaluasi pengeluaran rumah tangga

Sesi selanjutnya, peserta belajar soal pengelolaan keuangan usaha. Para peserta diajarkan bagaimana melakukan pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha, serta bagaimana cara melakukan pencatatan keuangan yang benar. Hal pertama yang harus dilakukan oleh para UMKM adalah memisahkan laci keuangan pribadi dan rumah tangga. Pelaku UMKM dianjurkan memiliki tiga amplop berbeda yang tediri dari: amplop rumah tangga, amplop usaha, dan amplop untuk menabung.

Setelah pemisahan keuangan tersebut, para UMKM harus disiplin dalam melakukan pencatatan keuangan usaha. Pencatatan keuangan sangat penting bagi UMKM untuk mengetahui kondisi keuangan dan mengontrol keuangan sehingga mudah ketika mengevaluasi usaha. Pencatatan keuangan ini dapat menjadi barometer bagi pihak lain, misalnya ketika UMKM ingin mendapatkan akses pembiayaan atau permodalan.

Tim Gandengtangan memberikan contoh bagaimana melakukan pencatatan keuangan usaha yang sederhana

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan mereka berniat untuk langsung menerapkannya dalam keuangan rumah tangga dan keuangan usaha.

Ke depannya, GT-Trust di Bekasi yaitu Ibu Nur Fatimah akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan usaha mereka, tentunya agar para UMKM ini dapat berkembang lebih maju lagi. Semoga pelatihan ini memberikan bermanfaat bagi kemajuan usaha UMKM yang berpartisipasi. Mari bergandengantangan memajukan UMKM Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *