Bank Sampah Sejahtera: Dari Sampah Jadi Tambahan Penghasilan bagi Masyarakat Jepara

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki banyak permasalahan dengan pengolahan sampah. Kebanyakan sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa perlakuan lebih lanjut. Hal ini menyebabkan polusi udara dan tanah, belum lagi kesehatan masyarakat sekitar menjadi terganggu. Oleh karena itu, sebagian kelompok masyarakat berupaya mencari cara agar masalah ini bisa terselesaikan.

Bank Sampah Sejahtera berdiri di Jepara, Jawa Tengah. Keberadaannya sejak tahun 2013 merupakan pionir yang menyediakan pengetahuan, layanan, dan pendampingan tentang ‘manfaat’ lain dari sampah. Menurut Badan Lingkungan Hidup setempat, data pada tahun 2014 mencatat hanya ada 10 bank sampah, namun pada tahun berikutnya, ada 55 bank sampah yang telah beroperasi. Sebanyak 27 diantaranya merupakan mitra dari Bank Sampah Sejahtera yang secara aktif bekerjasama dalam penjemputan sampah.

Pak Ahmad Kholilurrohman, pendiri Bank Sampah Sejahtera, melihat minat masyarakat yang semakin tinggi sehingga ingin mengembangkan Bank Sampah Sejahtera. Pada pertengahan tahun 2016, Bank Sampah Sejahtera mengajukan proposal melalui GandengTangan untuk dapat memiliki mesin pencacah plastik. Adanya mesin ini membuat Pak Ahmad bisa mengolah sendiri sampah yang didapat dari pelanggan dan memberikan harga yang lebih tinggi.

Proposal ini mendapatkan dukungan dari 32 orang pemodal dan berhasil mengumpulkan Rp 15juta. Dengan mesin pencacah plastik tersebut, sebanyak 15 mitra bank sampah bisa mendapatkan tambahan pendapatan sebesar Rp 1juta per bulan. Selain itu, Bank Sampah Sejahtera merekrut 2 orang pekerja baru dan digaji Rp 650ribu per bulan. Jika ditotal dengan investasi yang dimiliki oleh Pak Ahmad, total modal sebesar Rp 20juta menghasilkan keuntungan sosial senilai lebih dari Rp 224juta. Dengan demikian, dari setiap Rp 50ribu yang Anda investasikan, memberikan manfaat sosial sebesar Rp 539ribu.

Jadi, siapa bilang sampah tidak ada nilainya. Kamu ingin membantu mengubah sesuatu yang ‘tak berharga’ menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia? Danai proposal wirausahawan sosial disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *