Apa Kabar Assalam Agro Industri?

Hore! Satu lagi project yang terdanai melalui Gandengtangan, yaitu Assalam Agro Industri. Nanang, penggagas, langsung bergerak cepat untuk melakukan hal-hal yang telah menjadi programnya. Berikut ini beberapa update dari Assalam Agro Industri.

Membeli Mesin Stemer Baglog

ApIJBP2mztXGeKlZZNRhd8UizEWbww8epNlNq6ao6xG4
Tanpa membuang waktu, Jamur Assalam membeli salah satu mesin utama yang paling penting dalam proses produksi, yaitu Mesin Stemer Baglog seharga sekitar Rp. 27,5Juta. Mesin ini digunakan untuk membersihkan jamur agar tidak ada bakteri yang tumbuh dalam jamur tersebut.

Membeli Roda

AkBwApDeB-wgjmMTOS9cs8h9YLIB_9I6Qg4EgnxFiRuQ
Dari target Rp. 50Juta, Assalam mendapatkan dana sekitar Rp. 28Juta. Sisa dari dana yang telah dibelikan Mesin Stemer Baglog, digunakan untuk membeli roda-roda untuk mempermudah pengangkutan barang. Disamping itu, Assalam juga melakukan pembelian mesin produksi seharga Rp. 8Juta dari dana keuntungan usaha. Dengan mesin-mesin ini, diharapkan Assalam dapat memenuhi harapan produksinya dengan lebih cepat. Target Assalam selanjutnya, selain melakukan pengembalian dana kepada para lender, adalah mendapatkan hasil usaha agar dapat memenuhi kebutuhan satu mesin lainnya.

Kisah Sukses Pekerja Jamur Assalam

10295815_1726024460956233_5344995107895712488_n
Pada kesempatan interview ini, Nanang juga menceritakan tentang salah satu pekerja di Assalam Agro Industri. Bu Wawa, mantan TKW ke Arab Saudi, sebelumnya hanya bisa menyekolahkan anaknya dari mulai SD, tetapi setelah bekerja dengan Jamur Assalam, ia bisa menyekolahkan anak yang lebih kecil dari mulai PAUD. Biaya pendidikan anak tidak lagi menjadi suatu beban yang berat bagi orang-orang sekelas Bu Wawa. Selain itu, Bu Wawa mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp. 35.000 per 5 jam, sehingga dapat membantu kehidupan rumah tangga. Biasanya, Bu Wawa hanya mengandalkan penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh tani. Terakhir, Bu Wawa juga mendapatkan keterampilan cara membuat baglog jamur, yang nantinya bisa dipraktekkan oleh Bu Wawa jika beliau ingin mandiri dan berwirausaha.

So what about you, lenders? Semoga cerita ini menggugah kamu untuk memberikan lebih banyak dukungan untuk project-project di Gandengtangan. Masih banyak lho, project yang sedang menunggu bantuan darimu, cek di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *