6 Jenis Investasi Yang Cocok Untuk Mahasiswa

Kamu mungkin belum terpikir untuk berinvestasi karena masih berstatus sebagai mahasiswa. Tumpukan tugas kuliah yang selalu menantimu, berbagai macam organisasi kemahasiswaan yang berada di bawah tanggung jawabmu, dan sederet gaya hidup anak muda yang tak bisa kamu lewatkan, mungkin terlalu banyak menyita waktu sehingga kamu tidak sempat memikirkan investasi.

Padahal, tidak ada salahnya, loh, kamu mulai berinvestasi sejak dini. Bekerja secara profesional mungkin memang baru bisa kamu lakukan setelah mendapatkan gelar pendidikan, tetapi kamu tidak perlu menunggu sampai lulus kuliah untuk berinvestasi. Hasil dari investasi ini nanti bisa kamu gunakan untuk menunjang keperluan cita-cita di masa depan. Berikut beberapa pilihan investasi yang bisa kamu jajal

  1. Deposito

  2. Tentu kamu sudah nggak asing lagi dengan yang namanya deposito. Produk simpanan di bank ini biasanya dimanfaatkan untuk menyimpan uang dingin, karena pencairannya tidak bisa dilakukan sembarang waktu. Periode penyimpanannya berkisar antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun, tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Suku bunganya mulai dari angka 5% hingga 8%, namun belum dipotong pajak sebesar 20%.

  3. Emas

  4. Sebagai pemula, kamu bisa main aman dengan investasi emas. Keuntungannya mungkin tidak terlalu banyak, tetapi resiko fluktuasi harganya cenderung tidak besar. Selain itu, produk investasi ini mudah diperjualbelikan jadi kamu bisa mendapatkan dana cepat jika sewaktu-waktu membutuhkannya.

  5. Reksa dana

  6. Banyak yang bilang, investasi yang ini lebih menguntungkan daripada yang lain. Itu karena modal minimumnya cukup senilai Rp 100.000,- dan imbal hasilnya bisa mencapai 17 sampai 20 persen lebih setiap tahun. Reksa dana ini menghimpun dana dari pemilik modal untuk kemudian disalurkan ke berbagai investasi di pasar modal. Akan ada Manajer Investasi (MI) yang membantu mengelola uangmu, jadi cocok bagi kamu yang pemula dan belum paham betul mengenai dunia saham, obligasi, atau instrumen investasi lainnya. Namun pastikan kamu memilih MI yang kredibel.

  7. Saham

  8. Bisa dibilang, saat kamu membeli saham sebuah perusahaan maka kamu menjadi ‘pemilik’ dari perusahaan tersebut. Maka, kamu juga akan kecipratan untung ketika produk perusahaan tersebut laris di pasaran. Selain itu, kamu juga masih akan memperoleh jatah keuntungan yang diberikan perusahaan setelah mencapai jangka waktu tertentu serta berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

  9. Bisnis Riil

  10. Kamu juga bisa berinvestasi pada usaha nyata. Misalnya, membuka usaha mandiri dengan mengandalkan skill yang kamu miliki atau mendanai pengusaha yang sudah berjalan. Dengan menerapkan investasi atau memberikan pembiayaan pada usaha yang sudah berjalan, kamu bisa mendapat return atau bagi hasil dari keuntungan usaha tersebut.

  11. Impact investing

  12. Investasi berdampak atau impact investing ini memang masih langka di Indonesia. Investasi ini tidak hanya akan menguntungkan secara pribadi tetapi juga akan memberian keuntungan bagi para pengusaha kecil yang butuh bantuan modal. Jadi, secara tidak langsung kamu akan menggerakkan perekonomian rakyat dan turut andil dalam kesejahteraan bangsa.

    Bentuk investasi bisnis riil dan impact investing seperti ini bisa kamu lakukan di Gandengtangan.org. Hanya dengan bekal mulai dari Rp 50.000,- kamu sudah bisa menjadi investor di Gandengtangan.org. Jelas ini tidak akan membuat kantong jebol. Selain itu, juga terdapat pilihan investasi jangka pendek mulai dari mingguan sampai bulanan untuk kamu yang ingin segera menikmati hasil investasi yang kamu tanam.

Kamu bisa mulai mencoba berinvestasi saat ini, sekarang juga untuk hari esok yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *