Kelompok Wanita TaniCora Uleng Sulawesi Selatan: Mentransformasi 40 Orang Ibu Rumah Tangga Menjadi Tenaga Tani yang Handal

Kabupaten Soppeng merupakan suatu kota berjarak 10 jam perjalanan dari ibu kota Sulawesi Selatan, Makassar. Konon hampir 80 persen jalanan dalam kondisi buruk. Ketimpangan infrastruktur ini bisa jadi merupakan salah satu penyebab kebanyakan masyarakat di Soppeng hidup dalam keadaan yang memprihatinkan.

Pak Muhammad Ilham dan istri merupakan penggagas kelompok wanita tani CoraUleng di Kabupaten Soppeng. Awalnya Pak Ilham memperkenalkan kompor biomassa yang lebih hemat energi, namun kemudian berinisiatif untuk mengajak para ibu rumah tangga memproduksi dan berjualan rengginang. Kebanyakan pria di Kabupaten Soppeng bekerja sebagai buruh tani yang menggarap sawah milik orang lain. Dengan demikian, akan sangat baik jika para istri bisa membantu perekonomian keluarga.

Selain membuat rengginang, Pak Ilham mendorong para ibu rumah tangga memanfaatkan pekarangan mereka untuk bercocok-tanam. Namun begitu, kelompok wanita tani ini sempat terhalang permasalahan bibit. Maka dari itu, pada bulan Mei 2016, Pak Ilham mengajukan pinjaman melalui GandengTangan. Proposal ini berhasil mendapatkan tambahan modal sebesar Rp 20juta dari 69 orang pemodal. Dana ini digunakan untuk membeli aset produktif seperti kebutuhan bibit sayur-sayuran, pupuk organik, alat pertanian, dan kebutuhan mesin untuk industri kuliner. Para ibu rumah tangga juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan sehingga mereka dapat menghasilkan sayuran yang berkualitas. Sebagian dari modal tersebut juga digunakan untuk membangun irigasi sederhana agar lahan pertanian dapat tetap terairi selama musim kemarau.

Dari total investasi sebesar Rp 20juta-an, hampir 40 orang anggota Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Soppeng mendapatkan penghasilan tambahan rata-rata Rp 40ribu per hari saat masa panen. Jika dijumlah, keuntungan sosial yang dihasilkan dari perbaikan kehidupan mereka mencapai Rp 226juta. Artinya, dari setiap Rp 50ribu yang Anda investasikan, manfaat sosial yang didapatkan sebesar Rp 553ribu. Tertarik untuk meningkatkan kehidupan masyarakat kurang mampu di pelosok Indonesia? Cek proposal dari wirausaha sosial disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *